AGUSTUS KU
Menyebalkan jika nyatanya rindu ini di tahan sendirian. Berharap objek menyambut umpan, malah cacian kawan yang dipinang.
Mereka tak pernah tau bagaimana rindu menggebu dengan tujuan yang hampir hilang.
Dan, mereka takan pernah tau bagaimana indahnya rekaman kenangan yang buat ku tak pernah bisa semudah itu pergi dari pijakan.
Berbicara tentang manusia yang kusebut Kamu, adalah hal yang paling abstrak. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata, namun makna nya terasa.
Bagaimana mungkin ku lupa, saat perpisahan adalah jalan terpayah saat tak nyaman versimu harus kuterima bulat-bulat.
Kamu pergi dengan ke apatisan yang membuat langit menghitam.
Menjadi teman kembali,
Adalah kepura-puraan atas kemustahilan.
Dan ini tentang ku yang di cambuk rindu untukmu yang pernah bertamu.
Tak apa, setidaknya kau sempat singgah. Walaupun aku yang membuka pintu lebar-lebar.
Komentar
Posting Komentar